Sekolah Hanyalah Sebagian Dari Pendidikan
Jika semua anak dapat
dididik, maka semuanya dibenarkan beraspirasi untuk menjadi orang yang
terdidik. Tetapi tidak ada orang yang terdidik sepenuhnya di sekolah, tidak
menjadi soal berapa lama penyekolahannya atau berapa baik penyekolahannya.
Penyekolahan dari suatu
rakyat tidaklah menyelesaikan pendidikan mereka. Bahkan juga tidak jika
kualitas dari penyekolahan itu diperbaiki setinggi-tingginya bagi semuanya;
bahkan juga tidak jika semua yang menyelesaikan dua belas tahun penyekolahan
yang wajib meneruskan ke penyekolahan yang lebih tinggi secara bebas memilih
perguruan tinggi kita dan mendapat manfaat dari padanya.
Fakta yang sederhana
adalah bahwa lembaga-lembaga pendidikan kita, bahkan dalam keadaan terbaiknya,
tidak dapat menghasilkan pria dan wanita yang terdidik penuh. Usia pada mana
kebanyakan orang mengikuti sekolah menghalangi itu hal itu. Keremajaan itu
sendiri adalah penghalang yang serius. Sesungguhnyalah, keremajaan adalah suatu
rintangan yang tidak dapat diatasi untuk menjadi seseorang yang terdidik.
Tidak seorang pun yang
dapat menjadi orang yang terdidik di waktu masih belum matang atau dewasa. Akan
tetapi merupakan suatu parodi untuk memandang gelar-gelar yang diberikan oleh
perguruan tinggi kita sebagai mensertifikasikan penyelesaian pendidikan.
Hanya melalui
cobaan-cobaan kehidupan orang dewasa, hanya dengan rentangan dan ke dalaman
pengalaman yang membawa kepada kematangan, dapatlah orang-orang menjadi
terdidik. Orang yang dewasa mungkin tidaklah dapat dilatih seperti orang yang
belum dewasa, tetapi mereka lebih dapat dididik karena kematangannya
Arti
Pendidikan
Pendidikan adalah suatu
proses sepanjang hayat dalam mana penyekolahan adalah hanya suatu bagian yang
kecil tetapi perlu. Berbagai tahap dari penyekolahan itu mencapai titik-titik
terminal. Masing-masing dapat diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Tetapi
belajar tidak pernah mencapai suatu titik terminal. Selama kita masih hidup dan
sehat, belajar dapat berlangsung terus menerus dan haruslah demikian. Badan itu
tidak terus tumbuh sesudah delapanbelas atau dua puluh tahun yang pertama dari
kehidupan. Sesungguhnyalah, badan itu mulai mundur sesudah itu. Tetapi
pertumbuhan mental, moral dan spiritual dapat berlangsung terus sepanjang
hidup.
Tujuan
Pendidikan
Tujuan terakhir dari
pendidikan adalah membantu orang-orang menjadi orang –orang yang terdidik.
Penyekolahan adalah tahap persiapannya; penyekolahan itu membentuk kebiasaan
belajar dan memberikan alat-alat untuk meneruskan belajar sesudah semua
penyekolahan itu diselesaikan.
Bagi beberapa orang,
persiapan ini berakhir dengan penyelesaian penyekolahan dua belas tahun atau
lebih lama dari itu. Bagi semuanya, penyekolahan yang diselesaikan berarti
bahwa pendidikan sudah dimulai, tetapi belum dirampungkan. Penyekolahan yang
tidak menyiapkan individu untuk belajar lebih
lanjut telah gagal, tidak menjadi soal dalam hal apa lainnya
penyekolahan itu berhasil.
Penyekolahan dua belas
tahun atau penyekolahan yang wajib bagi semuanya harus melakukan sesuatu yang
lain daripada menyiapkan beberapa orang remaja untuk penyekolahan lebih banyak
pada taraf-taraf yang lebih tinggi. Penyekolahan itu harus menyiapkan semua
mereka itu berkelanjutan dari belajar dalam kehidupan orang dewasa, selama
tahun-tahun mereka bekerja dan sesudah itu.
Bagaimana? Dengan
menanamkan pada mereka ketrampilan-ketrampilam belajar dan memberikan mereka
stimulasi yang akan memotivasikan mereka agar pikiran-pikiran mereka tetap
aktif terlibat dan digunakan dalam belajar. Penyekolahan harus membuka
pintu-pintu ke dunia belajar dan memberikan garis-garis pedoman untuk
menjelajahi dunia belajar itu.
Bagaimana
Dengan Pendidikan Di Indonesia?
Penyekolahan di
Indonesia sekarang ini tidak mencapai tujuan fundamental itu. Sistem itu
mungkin mencapai tujuan itu bagi beberapa orang, tetapi system kita itu gagal
melakukannya bagi semuanya. Namun melakukan itu untuk semuanya justru adalah
apa yang kita maksudkan ketika kita mengkehendaki kualitas penyekolahan yang sama
bagi semuanya.
Kegagalan untuk
melayani semuanya berkenaan dengan hal yang essensial itu adalah suatu tamparan
keras kepada penyekolahan dalam kondisi tercela dan menyedihkan yang sekarang.
Pembaharuan yang kita anjurkan mengupayakan untuk memperbaiki kondisi itu.
Apabila hal itu sudah dilakukan, sertifikat kelulusan atau ijazah yang
menandakan akhir penyekolahan, maka
pantas kita kita juluki seperti istilah beberapa abad lalu- suatu diploma
bakaloreat.
Semua anak
diperuntukkan untuk belajar, kendatipun kebanyakannya diperuntukkan bagi
pekerjaan oleh kebutuhan mereka untuk mencari nafkah. Untuk hidup dengan baik
dalam arti kemanusiaan yang sepenuhnya, tercakup belajar maupun mencari nafkah.

0 Response to "Sekolah Hanyalah Sebagian Dari Pendidikan"
Post a Comment