Pengertian dan Tujuan Strategi Pembelajaran
![]() |
| Strategi Pembelajaran |
Sebagai aspek penting dari tenaga kependidikan, guru memiliki
tugas yang sentral untuk melaksanakan proses pembelajaran dan mencapai tujuan
pembelajaran. Dalam proses pelaksanaan pembelajaran guru diharapkan mampu
memahami dan melaksanakan strategi pembelajaran. Pengertian strategi
pembelajaran dapat kita kaji dari dua kata pembentuknya, yaitu strategi dan
pembelajaran.
KBBI menjelaskan bahwa strategi sebagai berikut:
1. lmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa(-bangsa) untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dl perang dan damai;
2. ilmu dan seni memimpin bala tentara untuk menghadapi musuh dl perang, dl kondisi yg menguntungkan: sbg komandan ia memang menguasai betul -- seorang perwira di medan perang;
3. rencana yg cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus;
4. tempat yg baik menurut siasat perang
Sedangkan menurut
kamus Cambridge Advanced Learner’s:
Strategy is a detailed plan for achieving success in situations such as war, politics, business, industry or sport, or the skill of planning for such situations.
Strategy is a detailed plan for achieving success in situations such as war, politics, business, industry or sport, or the skill of planning for such situations.
Secara sederhana, kata strategi dapat diartikan sebagai cara dan seni
menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan tertentu.
Pembelajaran
menurut KBBI adalah proses, cara dan perbuatan yang menjadikan orang belajar
Sedangkan menurut Cambridge:
Learning is the activity of obtaining knowledge. This technique makes learning fun.
Sedangkan menurut Cambridge:
Learning is the activity of obtaining knowledge. This technique makes learning fun.
Dalam dunia peperangan, strategi perang dilakukan dengan menggunakan
sumber daya tentaradan peralatan perang untuk memenangkan peperangan. Dalam
dunia bisni, strategi bisnis digunakan dengan mengerahkan modal dan sumber daya
lainnya sehingga diperoleh keuntungan. Dalam pembelajaran, strategi digunakan
dengan penggunaan berbagai sumber daya, baik itu guru maupun media belajar
untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Guru dalam melakukan tugasnya tidak hanya melakukan pengajaran, tetapi
lebih kepada pembelajaran. Pengajaran bercirikan peran guru yang menjadi satu-satunya
sumber ilmu bagi orangtua, sedangkan pembelajaran lebih menekankan upaya guru
dalam membelajarkan siswa. Sehingga dari uraian diatas, strategi pembelajaran
dapat kita artikan sebagai cara dan seni untuk menggunakan semua sumber daya
dalam upaya membelajarkan siswa. Sebagai suatu cara, strategi pembelajaran
dikembangkan dengan kaidah-kaidah tertentu sehingga membentuk suatu bidang
pengetahuan sendiri.
Sebagai suatu bidang pengetahuan, strategi pembelajaran dapat dipelajari
dan kemudian dapat dipraktekkan dalam kegiatan pembelajaran. Sedangkan sebagai
suatu seni, strategi pembelajaran kadang-kadang secara implicit dimiliki oleh
seseorang tanpa pernah belajar secara formal tentang ilmu strategi pembelajaran.
Contohnya, banyak tenaga pengajar/guru/dosen yang tidak memiliki latar keilmuan
tentang strategi pembelajaran, namun mampu mengajar dengan baik dan siswa yang
diajar merasa senang dan termotivasi. Sebaliknya, ada guru yang telah
menyelesaiakan pendidikan keguruannya secara formal dan memiliki pengalaman
mengajar yang cukup lama, namun dalam mengajar yang dirasakan oleh siswanya
membosankan, monoton atau dalam bahasa siswa “boring” atau “tetap tidak enak”.
Mengapa?
Nah, disinilah letak urgensi dari strategi pembelajaran yang digunakan
oleh guru. Disini jugalah kita mendapati strategi sebagai sebuah seni, dimana
kemampuan mengajar dimiliki oleh seseorang yang diperoleh tanpa harus belajar
ilmu-ilmu strategi pembelajaran melalui jalur pendidikan formal. Kemampuan
dalam melakukan strategi pembelajaran membutuhkan improvisasi dari seorang guru
agar situasi pembelajran tidak boring atau membosankan bagi siswa, melainkan
siswa dapat terbantu untuk mengembangkan pengetahuan, sikap dan keterampilan
yang dimilikinya.
Selain untuk focus pada tujuan pembelajaran, penggunaan strategi dalam
kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah proses pembelajaran.
Tanpa strategi pembelajaran yang jelas, proses pembelajran tidak akan terarah
sehingga tujuan pembelajran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara
maksimal. Dengan kata lain, pembelajaran tidak dapat berlangsung secara efektif
dan efisien.
Pada intinya strategi pembelajaran sangat berguna, baik bagi guru maupun
pada siswa. Bagi guru, strategi pembelajran dapat dijadikan pedoman dan aceuan
bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran. Bagi siswa, strategi dapat
mempermudah proses belajar, baik dalam mengikuti pembelajaran juga memahami isi
pembelajaran, Karena setiap strategi pembelajaran dirancang untuk mempermudah
proses belajar siswa.
Strategi pembelajaran sebenarnya tidak ada yang baku, karena banyak faktor
yang menentukan berhasil tidaknya perencanaan, proses pelaksanaan, tujuan dan
hasil pembelajaran. Maka ketika guru dalam melakukan strategi, tidak ada
patokan khusus yang menjadi strategi pembelajaran yang mutlak berhasil.
Disinilah dibutuhkan kemampuan guru sebagai aktor penting dalam proses belajar.
Seperti yang apa yang telah dikatakan oleh Ki Hadjar Dewantara, guru harus
mampu: ing ngarso sung tulodo, ing madya
mangun karso, dan tutwuri handayani. Di depan menjadi teladan, ditengah
menjadi pembangun semangat dan dibelakang menjadi pendorong siswa dalam
belajar.
Semoga..!
Salam hangat,

0 Response to "Pengertian dan Tujuan Strategi Pembelajaran"
Post a Comment