Guru Yang Digugu Dan Ditiru Siswa
![]() |
| Guru Yang Digugu dan Ditiru Siswa |
Guru Yang Digugu dan Ditiru Siswa - Di depan peserta didik, seorang guru/dosen
kedudukannya tinggi sekali, untuk digugu dan ditiru. Untuk memenuhi peran itu,
banyak sekali yang harus dipelajari.
Guru Yang Ditiru dan Digugu Siswa - Memang untuk digugu dan
ditiru, guru/dosen perlu mengeluarkan ucapan yang berbobot dan terpercaya.
Ucapan yang berbobot muncul dari kehati-hatian dan pengetahuan yang berbobot,
dan pengetahuan yang berbobot muncul dari keinginan mencari tahu, kesediaan
bertanya dan mendengar, yang sekaligus menunjukkan kepedulian dan keinginan
belajar.
Kepedulian dan
kesediaan untuk terus belajar juga tampil dari sikap sederhana,tidak langsung
berpretensi yang paling mengerti, bila perlu bertanya kepada anak, remaja,atau
mahasiswa yang dididiknya: “ Mengapa kamu belum bisa mengerjakannya, apa yang
belum kamu mengerti? Atau “Saya seminggu kemarin tidak melihat kamu masuk
kelas, ada persoalankah? ”
[baca juga: Cara Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa]
Menyalahkan
dan Menghukum
Kebajikan tidak mungkin
ada tanpa pengetahuan. Sama seperti penguasa yang tidak berpengetahuan, yang
memerintah dengan cara menyalahkan atau menghukum, demikian pulalah guru. Kita
mendapati banyak institusi pendidikan menyikapi hal yang tidak diinginkan
(membolos, bullying, seks dan
kehamilan remaja) dengan sekedar menyalahkan dan menghukum tanpa memahami
faktor-faktor penyebab dan solusi permasalahan siswa.
Sikap sesungguhnya
menjelaskan, sekolah dan guru tidak bersedia atau enggan, mempelajari persoalan
yang menjadi tanggung jawabnya dengan lebih baik. Enggan membaca, enggan
membuka diri, enggan mencoba menempatkan diri dalam kesulitan anak, enggan
bertanya dan mencoba lebih mengerti.
Tujuan
Pendidikan
Sekedar mengingatkan,
dalam UU No.30 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, jelas dinyatakan
bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak
serta peradapan bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertjuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkahlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggung jawab.
Dalam prinsip
penyelenggaraannya, pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan
berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi
manusia, nilai keagamaan, nilai cultural dan kemajemukan bangsa. Pendidikan
diselenggarakan dengan memberi keteladanan,membangun kemauan, dan mengembangkan
kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
Kompetensi
Guru
Guru yang professional
dan efektif merupakan kunci keberhasilan proses pembelajaran di kelas. Guru
professional adalah orang yang mempunyai kemampuan dan keahlian khusus dalam
bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru
dengan kemampuan maksimal. Kompetensi guru dapat diartikan sebagai kebulatan
pengetahuan,ketrampilan dan sikap yang diwujudkan dalam tindakan cerdas dan
penuh tanggung jawab yang dimiliki seseorang untuk memangku jabatan guru
sebagai profesi. Kita ketahui ada 4 jenis kompetensi guru yaitu: kompetensi
pedagogik, kompetensi professional, dan
kompetensi kepribadian. Keempat kompetensi ini seharusnya dimiliki setiap
tenaga pendidik kita, agar cita-cita dan tujuan pendidikan kita dapat dicapai
Dengan semangat
kecintaan, kepedulian, pengetahuan dan peneladanan, pendidikan seperti yang
dimuat dalam UU disebut menjunjung tinggi nilai keagamaan untuk mengembangkan
akhlak mulia seyogianya dipahami dengan jauh lebih arif. Tidak dilaksanakan
dengan sekedar menceramahi ,menyalahkan atau menghukum yang dianggap melanggar
norma, apalagi menghukum yang sesungguhnya adalah korban kejahatan.
Untuk menjadi Guru Yang Digugu dan ditiru siswa, seperti yang pernah diutarakan oleh Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hadjar Dewantara bahwa menjadi seorang guru ketika di depan harus mampu menjadi teladan atau panutan, ketika di tengah mampu menjadi pemrakarsa atau pemberi ide dan ketika seorang guru berada di belakang, ia harus mampu memberi dorongan dan semangat kepada siswanya. Inilah yang menjadi inti kemampuan guru dalam melakukan tugas pendidik dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Tanpa ketiga kemampuan itu, mustahil si guru ditiru dan digugu oleh para siswanya.
Cukup sekian pembahasannya, semoga bermanfaat. Terimakasih!
Cukup sekian pembahasannya, semoga bermanfaat. Terimakasih!

0 Response to "Guru Yang Digugu Dan Ditiru Siswa"
Post a Comment