Paulo Freire, Tokoh Pendidikan Yang Berpengaruh Di Dunia
![]() |
| Paulo Freire |
Paulo Freire, Tokoh Pendidikan Yang Berpengaruh Di Dunia - Paulo Freire dikenal banyak orang sebagai salah satu tokoh pendidikan yang terbesar dan paling berpengaruh di abad ke-20. Freire, dalam ketokohannya berbeda dengan tokoh-tokoh pendidikan lainnya. Freire lahir dan berkarya dalam pendidikan dimana dalam sebagian besar hidupnya penuh kemiskinan dan kekurangan. Situasi dan latarbelakang sosial budaya dan pemikiran Freire tidak terlalu jauh berbeda dengan kondisi di Indonesia di zaman itu.
Siapa itu Paulo Freire?Paulo Freire lahir di Recife, Brazil pada 19 September 1921. Dalam beberap literarur dijelaskan bahwa latar belakang keluarga Freire adalah kelas menengah, namun karena keadaan ekonomi nasional Brazil saat itu yang buruk, pada akhirnya memaksa Freire untuk turut merasakan kemiskinan dan kelaparan. Latar belakang akademis Freire sebenarnya bukan di bidang pendidikan, melainkan ia belajar di bidang hukum dan sudah sempat berkarier sebagai pengacara, namun tidak lama.
Setelah berhenti menjadi pengacara, ia mengajar bahasa Portugis selama enam tahun (1941-1947). Selang tiga tahun sebagai guru, ia menikah dengan Elza Maia Costa Olievera yang juga berprofesi sebagai guru. Dengan menikahi Elza, akhirnya semakin memantapkan semangat Freire untuk berkarya dalam pendidikan. Ketertarikannya di bidang hukum akhirnya dikalahkan oleh semangatnya untuk mendidik. Kata Freire: "precisely after my marriage when started to have a systemic interest in educational problems".
Pada tahun 1959, Freire menyelesaikan sebuah disertasi doktoralnya di Universitas Recife. Adapun judul disertasinya Educacao e Atualidade Brasileira (Pendidikan dan Keadaan Masa Kini di Brasil). Berkat prestasinya, kemudian ia diangkat sebagi guru besar di bidang sejarah dan filsafat pendidikan di Universitas Recife. Tahun 1961-1964 ia diangkat sebagai Direktur Departemen Pendidikan Perluasan Kebudayaan Universitas Recife. Berkat keberhasilannya dalam membuat program pemberantasan buta huruf di Angicos, Rio Grande do Norte, ia diangkat sebagai Presiden dari Komisi Nasional Kebudayaan Populer.
Pada tahun 1964, sebuah kudeta militer melanda Brasil. Freire dianggap rezim yang berkuasa sebagai orang yang berbahaya dan ia ditahan selama tujuh hari sebelum akhirnya mempersilahkan Freire untuk meninggalkan Brasil. Selama lima belas tahun ia berada di pembuangannya, ia sementara waktu tinggal di Bolivia, Dari Bolivia ia pindah ke Chili dan bekerja untuk organisasi internasional Christian Democratic Agrarian ReformMovement selama 5 tahun. Atas partisipasinya dalam organisasi ini, ia dianggap sangat berjasa menghantar Chili sebagai satu dari lima negara terbaik di dunia yang diakui Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan Dunia, UNESCO. Keberhasilannya yang paling dikenal saat itu dalam memberantas buta huruf.
Tahun 1969 ia menjadi visiting profesor di Universitas Harvard. Kemudian pindah ke Jenewa, Swiss dan menjadi penasehat khusus bidang pendidikan Dewan Gereja Dunia. Bukunya yang paling terkenal Pedagogy Of The Oppressed ditulisnya pada akhir tahun 1960-an. Dengan adanya karya ini, PaolO Freire semakin dikenal dalam dunia pendidikan. Walau tidak sedikit juga yang mendapat kritik atas buku yang ditulisnya.
Pada tahun 1979, Freire kembali ke negeri asalnya, Brasil dan menduduki posisi penting di Universitas Sao Paulo. Tahun 1988 ia diangkat menjadi Menteri Pendidikan untuk Sao Paulo. Selama menduduki jabatan Menteri Pendidikan di Sao Paulo, ia berupaya untuk mereformasi dua pertiga dari seluruh sekolah negeri yang pada. Tahun 1991, di Sao Paulo, akhirnya ia mendirikan Institute Paulo Freire untuk memperluas dan menguraikan teori-teori pendidikan rakyat. Di Institut ini disimpan semua arsip tentang Paulo Freire.
Pada tahun 1997, tepatnya pada 2 Mei, Freire meninggal dunia akibat penyakit jantung.
Penghargaan Paulo Freire:
1. Penghargaan Raja Baudouin (Belgia) untuk Pembangunan Nasional
2. Penghargaan bagi Pendidik Kristen Terkemuka bersama istrinya, Elza
3. Penghargaan UNESCO 1986 untuk Pendidikan untuk Perdamaian
2. Penghargaan bagi Pendidik Kristen Terkemuka bersama istrinya, Elza
3. Penghargaan UNESCO 1986 untuk Pendidikan untuk Perdamaian
Di Indonesia, pemikiran dan filsafat pendidikan Freire semakin banyak dibahas dan tersebar, terutama setelah runtuhnya orde baru. Hal ini ditandai dengan banyaknya buku Freire yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan dibaca banyak kalangan. Beberapa buku itu, seperti:
1. Pendidikan yang Membebaskan
2. Belajar Bertanya
3. Politik Pendidikan: Kebudayaan Kekuasaan dan Pembebasan
2. Belajar Bertanya
3. Politik Pendidikan: Kebudayaan Kekuasaan dan Pembebasan
4. Pendidikan Kaum Tertindas
5. Pendidikan Sebagai Praktek Pembebasan
6. Dialog Paulo Freire: Sekolah Kapitalisme Yang Licik
7. Pendidikan Sebagai Proses: Surat Menyurat Pedagogis Dengan Para Pendidik Guinea Bissau
5. Pendidikan Sebagai Praktek Pembebasan
6. Dialog Paulo Freire: Sekolah Kapitalisme Yang Licik
7. Pendidikan Sebagai Proses: Surat Menyurat Pedagogis Dengan Para Pendidik Guinea Bissau

0 Response to "Paulo Freire, Tokoh Pendidikan Yang Berpengaruh Di Dunia"
Post a Comment