Kaum Muda Vs Korupsi
Sumber Ilustrasi: Fangelarani26.wordpress.com
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (W.J.S. Poerwadarminta ), muda artinya belum sampai setengah umur, yang
menjadi generasi baru. Sedangkan dari segi perannya, pemuda sering disebut
sebagai mata, tiang dan bahtera bagi setiap bangsa di dunia. Singkatnya, pemuda
adalah nafas zaman, tumpuan masa depan bangsa yang kaya akan kritik, imajinasi,
inovasi serta berperan dalam setiap yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat
– agent of change.
Cita-cita dan harapan sebuah bangsa di estafetkan kepada tangan dan pundak kaum muda. Sejarah
kemerdekaan dan perkembangan bangsa Indonesia menjadi salah satu bukti bahwa
begitu vital dan strategisnya peran kaum muda. Generasi muda yang terdidik
secara baru melahirkan kesadaran dan pemahaman baru bahwa nasib rakyat tidak
bisa kita gantungkan dengan mengandalkan bantuan negara lain atau
menggantungkannya pada impian “ratu adil”. Kaum
muda diharapkan turut aktif dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi
bangsa ini.
Saat ini dalam
tubuh dan sistem pemerintahan kita sangat sarat akan korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN). Korupsi ibarat virus
yang telah menggerogoti tubuh negeri ini. Tidak ada sedikit pun
bagian dari tubuh negeri ini yang bebas dari aksi virus yang berbahaya ini.
Mulai dari kaki, tangan, sampai dengan kepala, dan semua bagian tubuh ini telah
terkena virus berbahaya ini. Perilaku korupsi tidak hanya dilakukan oleh para
pencuri tingkat tinggi, tetapi telah menyebar ke para pencuri tingkat awam.
Sebagai contoh pemulung berani mencuri kotak sampah di kawasan perumahan yang
dijaga oleh seorang satpam. Pencuri lain pun telah mencuri besi pembatas jalan
raya. Virus korupi telah menyebar ke kelompok masyarakat apa dan mana pun juga.
Oleh karena itu, sekali ditemukan virusnya di satu tempat, tempat yang lain pun
telah terkena pula. Wajah-wajah virus itu pun tidak sedikitpun yang merasa
menyesali perbuatannya.
Pemuda, sebagai
pembawa pembaharu dalam kehidupan bangsa dan negara diharapkan dapat mengambil
sikap yang bijak dan kritis untuk menghadapi polemik korupsi yang menjadi
“hantu utama” persoalan bangsa ini. Bess
Myerson mengatakan bahwa “alasan terbesar yang menumbuhkan kejahatan korupsi seringkali adalah
karena ketidakpedulian kita sendiri”. Demikian juga kaum muda saat ini. Secara
umum kita tidak mau atau bahkan hampir apatis terhadap persoalan bangsa di
era. Tidak jarang kaum muda menjadikan
“korupsi” menjadi bahan tertawaan atau lelucon ketika mereka berkumpul. Padahal
seperti saya katakan di atas bahwa korupsi adalah hantu utama persoalan bangsa
ini. Tentu masalah korupsi harus kita jadikan agenda penting dalam persoalan
yang dihadapi bangsa hari ini dan untuk masa depan. Mengapa? Karena negara
Indonesia atau bahkan negara manapun tidak akan pernah maju apabila korupsi
masih merajalela tanpa ada upaya preventif untuk menyelesaikannya.
Dengan
tulisan ini, saya ingin mengajak kita semua, terutama kaum muda Indonesia untuk
melakukan “Gerakan Nasional Transparansi”.
Kita tuntut agar pemerintah semakin transparan dalam mengalokasikan
segenap anggaran negara hingga anggaran daerah. Untuk membangun pemerintah yang
kuat, maka dibutuhkan kepercayaan rakyat terhadap para pemimpinnya. Kepercayaan
tentu akan tumbuh dan berkembang dalam suasana keterbukaan atau transparan.
Tanpa itu, bangsa yang besar ini akan tetap menjadi budak sepanjang zaman.
Salam Perjuangan.

0 Response to "Kaum Muda Vs Korupsi"
Post a Comment