Pengembangan Model-model Pembelajaran
![]() |
| Pembelajaran di kelas / Sumber foto: Internet |
Di kalangan guru/calon guru, tentu saja istilah model pembelajaran sudah tidak asing lagi, meskipun tidak semua guru peduli dengan perkembangan istilah itu. Namun, dengan perkembangan teknologi dan informasi, dengan sendirinya proses pembelajaran di sekolah juga mengalami perubahan. Perubahan itu tentu saja menuju perubahan yang lebih baik, sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi tersebut. Semua hal itu dilakukan tentu saja dalam rangka mempermudah anak didik dalam menerima semua informasi dan pengetahuan yang disampaikan oleh guru.
Dengan kemajuan teknologi, dengan
sendirinya para guru juga harus ikut dalam perubahan tersebut, baik dalam
sikap, dialektika dalam proses pembelajaran serta pemahaman guru terhadap model
pembelajaran yang selalu berkembang higga saat ini. Perubahan sikap yang
dimaksud tentu saja guru harus semakin bijak dalam melihat perkembangan siswa
yang sudah identik ‘terkontaminasi’ dengan perkembangan zaman yang cepat
berubah.
Dialektika dalam proses
pembelajaran tentu saja dengan mudahnya siswa menerimainformasi dan pengetahuan
hari ini, tentu saja guru juga harus lebih ‘melek’ akan pengetahuan dan
informasi tersebut, sehingga suasana belajar di kelas semakin hidup dan
memiliki dialektika yang membangun. Selain itu, guru juga harus lebih memahami
model-model pembelajaran yang dimaksud adalah guru yang selalu ingin
berkembang, karena proses pembelajaran yang terjadi baik di dalam maupun di
luar kelas selalu akan berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan,
informasi serta teknologi yang ada. Sehingga guru harus bisa menyesuaikan model
pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas, sehingga hasil belajar yang
diharapkan dapat tercapai dengan mengertinya siswa terhadap materi pelajaran
yang disampaikan.
Model pembelajaran di atas
merupakan sebuah prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman
belajar untuk mencapai tujuan belajar. Selain itu, dapat juga diartikan sebagai
suatu pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Jadi, sebenarnya
model pembelajaran memiliki arti yang hampir sama dengan pendekatan, strategi
dan metode pembelajaran. Saat ini telah banyak dikembangkan berbagai
model-model pembelajaran, mulai dari model pembelajaran yang sederhana sampai
model pembelajaran yang rumit.
Dari sekian banyak model
pembelajaran, baik yang sederhana maupun yang rumit, semuanya memiliki
cirri-ciri khusus yang mesti harus ada, diantaranya:
·
Model tersebut harus rasional teoritik serta
yang logis dan disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
·
Memiliki landasan pemikiran tentang apa dan
bagaimana siswa dalam belajar.
·
Adanya tingkah laku dalam mengajar, agar model
tersebut dapat dilakukan dan berhasil.
·
Adanya lingkungan belajar agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai
Sebenarnya ada banyak teori yang
menerangkan tentang model pembelajaran, ada model pembelajaran langsung,
pembelajaran kooperatif, pembelajaran berbasis masalah dan diskusi. Selain itu,
ada pendapat juga bahwa dalam teori pembelajaran, model tersebut juga bisa
berupa model interaksi sosial, model pengolahan informasi, model
personal-humanistik dan model modifikasi tingkah laku. Ketika kurikulum
pendidikan kita Kurikulum Berbasis Kompetensi, maka model pembelajaran yang ada
adalah model pembelajaran kontekstual, bermain peran, pembelajaran
partisipatif, belajar tuntas, dan pembelajaran dengan modul.
Dari penjelasan diatas terlihat
bahwa, dalam pengembangan konsep model pembelajaran, maka guru harus bisa
memastikan bahwa model mengajar atau pembelajaran itu harus mengandung suatu
rasional yang didasarkan pada teori, berisi serangkaian langkah strategi yang
dilakukan guru maupun siswa, didukung dengan sistem penunjang atau fasilitas
pembelajaran, dan metode untuk mengevaluasi kemampuan belajar siswa.
Namun, dari semua penjelasan
diatas, pertanyaan paling penting adalah bagaimanakah langkah seorang guru
memilih model pembelajaran yang baik dan sesuai dengan kondisi sekolah, murid
dan lingkungan yang dihadapinya?
Bagi guru yang betul-betul peduli
dengan segala proses pembelajaran/pendidikan dan pengajaran yang berlangsung di
tempat ia mengabdi, maka ia harus mampu memilih model pembelajaran yang tepat
bagi peserta didik. Dimana ia harusnya memperhatikan keadaan atau kondisi
siswa, bahan pelajaran serta sumber-sumber belajar yang ada agar penggunaan
model pembelajaran dapat diterapkan secara efektif dan menunjang keberhasilan
belajar siswa.
Kejelian guru dalam melihat
kondisi tersebut merupakan sebuah motivasi atau semangat pembaharuan dalam
proses pembelajaran yang seharusnya. Karena guru yang berkompeten adalah guru
yang mampu mengelola program belajar-mengajar. Pengertian mengelola kelas
menyangkut bagaimana guru mampu menguasai keterampilan dasar mengajar, seperti
membuka dan menutup pelajaran, menjelaskan, memvariasi media, bertanya, memberi
penguatan, dan sebagainya. Selain itu, juga bagaimana guru menerapkan strategi
belajar, teori belajar, dan pembelajaran serta melaksanakannya menjadi
pembelajaran yang kondusif.
Untuk itu, profesi guru adalah
profesi yang berat, karena tanggungjawab yang harus diembannya sangat tinggi.
Berdasarkan kondisi keharusan itulah, maka seorang guru harus memiliki
kompetensi mengajar, memotivasi peserta didik, membuat model instruksional,
mengelola kelas, berkomunikasi, merencanakan pembelajaran dan mengevaluasi
hasil belajar siswa. Semua kompetensi tersebut mendukung keberhasilan guru
dalam mengajar.

0 Response to "Pengembangan Model-model Pembelajaran"
Post a Comment