Abdul Muis Pejuang dari Bukit Tinggi

Abdul Muis Pejuang dari Bukit Tinggi
Abdul Muis Pejuang dari Bukit Tinggi

Abdul Muis Pejuang dari Bukit Tinggi- Abdul Muis dikenal sebagai seorang sastrawan. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat pada 3 Juli 1883. Tulisannya banyak menggugat dan mengecam kolonialisme Belanda. Harian De Express merupakan salah satu media tempat ia menulis. Novel Salah Asuhan adalah salah satu karya sastranya yang terkenal dan banyak dibaca orang hingga saat ini. 

Selain sebagai seorang sastrawan, ia juga aktif dalam dunia politik. Kegiatan politiknya dimulai sebagai anggota Pengurus Besar Sarekat Islam, sebuah organisasi yang besar dan berpengaruh di jamannya. Mengenai sikap politiknya, Abdul Muis menolak keras anggota-anggota Sarekat Islam yang sudah dipengaruhi oleh paham komunisme.

Abdul Muis juga masuk ke jajaran Dewan Rakyat yang kita kenal dengan istilah Volkstraad. Selama menjabat di lembaga ini, ia bersama H.O.S. Tjokroaminoto pernah menuntut pemerintah Belanda untuk membuat parlemen dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Kemudian, ia juga menyerukan agar pemerintah Hindia-Belanda harus bertanggungjawab kepada parlemen.

Bersama tokoh-tokoh pergerakan lainnya, Abdul Muis turut dalam mendirikan Komite Bumiputera. Komite ini menolak dengan keras perayaan memperingati seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Perancis. Berkat keberaniannya melawan kolonialisme Belanda, ia ditangkap pada tahun 1913.

Selain melakukan perlawanan terhadap kekejaman Belanda, Abdul Muis juga member perhatian terhadap pendidikan kaum pribumi. Ia dikenal sebagai penggagas berdirinya Technische Hooge School, Sekolah Teknik Bandung yang sekarang lebih dikenal dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Soekarno, Sang Proklamator kemerdekaan Indonesia pernah mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan ini. Hingga sekarang, ITB masuk dalam kategori perguruan Tinggi yang bermutu di Indonesia.

Abdul Muis juga dikenal menjadi penggerak dan pemimpin kelompok buruh di Yogyakarta. Pada tahun 1922, Abdul Muis memimpin pemogokan buruh sebagai aksi protes terhadap eksploitasi tenaga kerja rakyat Indonesia. Sebagai konsekuensinya, Belanda menangkap dan mengasingkannya ke Garut, Jawa Barat.

Kemudian, setelah Indonesia mencapai kemerdekaan, ia kembali aktif dalam dunia politik. Sebagai upaya membantu memperteguh dan mempertahankan kemerdekaan, ia mendirikan Persatuan Perjuangan Priangan. Abdul Muis wafat pada 17 Juni 1959 dan dimakamkan di Bandung, Jawa Barat.

Catatan: Semoga keberanian dan semangat perjuangan Abdul Muis dapat mempertebal rasa nasionalisme kita sebagai generasi bangsa Indonesia. Kerja keras dan cita-cita nasional para pendahulu dapat kita jadikan sebagai motivasi dalam melakukan pengabdian dan pelayanan terhadap bangsa dan negara Indonesia. MERDEKA!



DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

0 Response to "Abdul Muis Pejuang dari Bukit Tinggi"

GET NOTIFICATIONS