5 Sumber Ide Agar Menulis Itu Gampang


5 Sumber Ide Agar Menulis Itu Gampang
5 Sumber Ide Agar Menulis Itu Gampang  
Ketika berada dikampus misalnya, jika kita melihat sebuah Perguruan Tinggi yang tidak dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai, maka kita dapat membuat sebuah tulisan tentang “Ironisnya Perguruan Tinggi”, atau jika kita melihat dosen-dosen yang mengajar dengan monoton dan membuat kita boring, maka kita bisa membuat tulisan tentang “Pengaruh Gaya Mengajar Dosen Terhadap Semangat Belajar Mahasiswa” dan lain sebagainya. 

Selain contoh fenomena diatas, tentu ada banyak fenomena lain yang dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari menjadi sebuah ide dan dapat dituangkan menjadi sebuah tulisan. Disini yang penting dapat kita simpulkan bahwa kita perlu mampu melatih kejelian pikiran dan mengkaitkan fenomena sehari-hari menjadi sebuah tulisan yang menarik.

Sebelum kita membahas tentang sumber ide, adalah langkah bijak untuk memahami apa itu ide dan seberapa pentingnya ide agar menulis itu gampang.

Pentingnya IDE

Kalau kita menelusuri tentang penemuan-penemuan yang pernah ada, barangkali dapat kita mengambil sebuah kesimpulan bahwa tidak ada satupun hasil yang didapat oleh seseorang tanpa dimulai dari sebuah ide. Penemuan yang sederhana hingga ke penemuan yang rumit sekalipun pasti dimulai dari ide. Namun berbicara tentang ide bukan hanya dalam dunia penemuan, tetapi juga menyangkut kreatifitas lain, termasuk dalam dunia menulis. Ide menjadi awal dari sebuah tulisan, bahkan ada juga pihak yang menganggap bahwa ide adalah kunci terpenting dalam menulis.

Bagi para penulis – baik yang pemula, tingkat lanjut sampai ke penulis professional – ide adalah sesuatu yang sangat penting. Tanpa ide, seorang penulis professional sekalipun tidak akan mungkin menghasilkan tulisan yang bermutu. Namun, tampaknya yang membedakan antara penulis pemula dan penulis professional adalah dalam soal kesulitan dan waktu yang dibutuhkan dalam mencari ide. Penulis professional relatif mudah dan cepat dalam mencari ide serta membuatnya menjadi sebuah tulisan. Hal ini barangkali karena otak dan tangannya sudah terlatih.

Tetapi perlu kita ketahui, bahwa hal itu bukan berarti otak penulis professional lebih cerdas dibandingkan penulis pemula atau seseorang yang bukan penulis. Kelebihan penulis professional bukan pada tingkat kecerdasannya, melainkan pada keterlatihan otak dalam mengolah segala sesuatu yang ada di lingkungannya dan menjadikannya sebuah karya yang menarik untuk dibaca oleh orang banyak.

Ilmu dan daya nalar yang dimiliki seorang penulis mungkin saja lebih rendah daripada orang yang bukan penulis, namun seorang penulis punya kejelian dalam mencari issu, mengolah dan menuliskannya secara kreatif. Dengan ilmu yang seadanya, penulis bisa menghasilkan karya tulisan yang jauh lebih menarik daripada seseorang yang sangat cerdas tetapi tidak terbiasa menulis.

Penulis pemula, meskipun IQ atau tingkat kecerdasannya tinggi belum tentu ia dapat menuangkan semua pikirannya ke dalam tulisan. Untuk menuliskan ide menjadi sebuah tulisan, bagi penulis pemula adalah persoalan khusus. Meskipun sarana menulis sudah disediakan, misalnya computer (laptop), buku-buku, internet, kertas, pena dan berbagai peralatan lainnya namun belum tentu mampu menulis. Pertanyaan yang sering kita lontarkan adalah; dari mana dan bagaimana harus saya mulai ? Maka disinilah letak pentingnya ide. Sebelum menulis, kita harus menemukan ide terlebih dahulu. Dalam berbagai tulisan mengenai kepenulisan, ada istilah “Semua Bermula dari Ide”.

5 Sumber Ide Agar MENULIS ITU GAMPANG

Umumnya, ide dapat kita peroleh dari berbagai sumber. Segala sesuatu yang ada di lingkungan kita, baik yang kita lihat, dengar, rasakan dan kita lakukan, dalam kesemuanya itu terdapat benih-benih ide yang sangat berharga. Namun agar lebih jelas, mari kita coba bahas sumber-sumber ide berikut ini:

#1. Ide dari FENOMENA yang Tampak

Coba kita memperhatikan segala sesuatu yang kita lihat. Tiada batas jumlah ide yang dapat kita tuangkan ke dalam sebuah tulisan dari hasil penglihatan kita. Ide yang lahir dari penglihatan adalah segala sesuatu yang tampak, fisikal, dan nyata.


Ketika kita misalnya sedang berjalan di trotoar, yang seharusnya digunakan sebagai jalur pejalan kaki, namun dijadikan sebagai tempat berjualan para pedagang kaki lima. Hal ini dapat mengganggu kita ketika menggunakan trotoar tersebut, akhirnya kita harus berjalan dari badan jalan tempat melintasnya kendaraan. Dari fenomena ini kita bisa mempertanyakan aturan atau kebijakan kota dalam menata keindahan dan ketertiban kota. Ketika kita menuliskan fenomena ini menjadi sebuah tulisan yang menarik, maka jangan heran kalau pemerintah memberi Anda penghargaan atas perhatian dan masukan yang kita tuangkan dalam tulisan.


#2. Ide Dari yang Kita DENGAR

Selain dari yang kita lihat, kita juga bisa mencari ide tulisan melalui mendengar. Misalnya ketika kita sedang di warung kopi, kita bisa mendengar percakapan teman kita atau pembicaraan orang lain yang berada di warkop tersebut. Tidak sedikit kita membaca tulisan yang terinspirasi ketika berbicara dengan orang lain. Kalau misalnya untuk pelajar/mahasiswa, kita dapat memperoleh ide dari ceramah atau penjelasan pengajar. Kita juga bisa memperoleh ide dari mendengar radio dan televisi. Jika kita dapat jeli mendengarkan sesuatu, kita pasti bisa mendapatkan inspirasi atau ide dari yang kita dengar.

#3. Ide dari yang kita BACA

Ada orang yang mengatakan bahwa salah satu ciri masyarakat yang modern adalak “melek baca”. Dengan membaca, kita tidak hanya sekedar mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi ide untuk menghasilkan sebuah karya baru. Namun, tentu tidak mudah untuk langsung melahirkan sebuah karya baru. Kita perlu bertekun dalam aktifitas membaca agar ide atau karya yang kita buat mengandung makna yang mendalam dan bermanfaat bagi orang banyak.

Budaya membaca juga akan merangsang perdebatan dan saling menanggapi yang produktif. Tanggapan dapat kita artikan sebagai sebuah karya baru yang dapat member ide kepada orang lain. Dengan adanya perdebatan atau tanggapan, selain menambah ilmu, juga membuka peluang bagi kita untuk memunculkan ide baru yang dapat kita tuangkan menjadi sebuah tulisan.

Selain membaca, fenomena saling menanggapi (baik berupa kritik, komentar, masukan dsb) antarpenulis dalam sebuah tulisan bisa kita jadikan bukti kemajuan masyarakat yang cerdas dan kritis. Untuk itu, bagi orang-orang yang sudah biasa menulis, membaca surat kabar bukanlah sekedar mengikuti informasi atau menambah wawasan, tetapi menjadi sumber ide untuk menulis. Buku, koran, majalah, bulletin, jurnal, artikel, situs atau blog dan sebagainya dapat kita jadikan bacaan yang bisa menjadi sumber ide.

#4. Ide dari BerDISKUSI

Diskusi merupakan aktifitas penting untuk memacu menulis. Masing-masing orang mempunyai ketertarikan bidang tertentu dan pandangan yang berbeda-beda. Nah, perbedaan ini dapat dijadikan sebagai wadah untuk saling mengisi, mengoreksi dan memperdalam wawasan kita akan segala hal. Inilah keuntungan orang-orang yang sering berdiskusi. Dari hasil diskusi ini, akan banyak muncul ide yang dapat dituangkan dalam tulisan. Cara pandang yang berbeda-beda dan referensi yang berbobot dari orang lain akan menjadi sumber ide bagi seorang penulis untuk memperkaya tulisannya. Namun, perlu kita ketahui bahwa seseorang yang suka berdiskusi belum tentu mempu menjadi penulis, tetapi seorang penulis otomatis akan suka berdiskusi.

#5. Ide dari PENGALAMAN Hidup

Kita semua manusia memiliki jalan hidup masing-masing yang berbeda-beda. Bagi seorang penulis, ini merupakan sebuah fenomena yang menarik. Kita dapat menuliskan apa yang kita temukan, rasakan dan apa yang kita lakukan. Pengalaman hidup kita atau orang lain pasti dapat kita jadikan sebagai sebuah ide atau inspirasi. Misalkan kita pernah memenangkan sebuah lomba menulis, kemudian pengalaman ini dapat kita tuangkan dalam sebuah tulisan yang dapat membantu memotivasi orang lain untuk lebih giat membaca dan menulis.

Pengalaman hidup orang lain juga menjadi ‘ladang’ ide untuk menulis. Pengalaman hidup tokoh-tokoh, baik seniman, budayawan, akademisi, aktivis, wartawan, buruh dan berbagai bidang lainnya dapat menjadi inspirasi bagi kita tidak sekedar untuk refleksi diri, tetapi juga menjadi sumber ide yang kaya. Kemampuan kita dalam menuangkan refleksi dan pengalaman hidup dapat menjadi sesuatu yang bernilai bagi orang lain.

Semoga dari 5 Sumber Ide ini, kalaupun tidak menjadikan Anda sebagai penulis yang professional, tapi setidaknya mengingatkan Anda bahwa Menulis Itu Gampang, yang terpenting adalah ide, ide dan ide. 

tonton juga video saya:


DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

0 Response to "5 Sumber Ide Agar Menulis Itu Gampang "

GET NOTIFICATIONS