Tips atau Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis-Mengarang
![]() |
| Tips atau Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis-Mengarang |
Tips atau Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis-Mengarang - Kemampuan menulis dan
mengarang merupakan salah satu potensi yang dapat menjadikan orang sukses di
zaman sekarang ini. Coba kita bayangkan, orang-orang yang sukses menulis buku
atau mengarang novel dan karyanya menjadi bestseller, mendapat penghasilan yang
wow dan dikagumi banyak orang, luar biasa bukan? JK Rowling menjadi salah satu
orang kaya di dunia berkat buku Harry Potter yang begitu popular di dunia. Di
Indonesia, misalnya Adrea Hirata yang novel karyanya sudah diterjemahkan dalam
40-an bahasa di dunia. Mampukah kita mengikut jejak para aktor mahakarya yang
kita sebutkan diatas? Saya jawab “ itu tergantung”. Mungkin Anda akan bertanya
“tergantung apa”? “Semua tergantung kemauan dan kerja keras kita”. Ingat,
dimana ada kemauan disitu ada jalan.
Kali ini, Admin BB
ingin berbagi tentang 10 Tips atau Cara Meningkatkan Kemampuan
Menulis-Mengarang. 10 Tips ini saya simpulkan setelah membaca beberapa buku
tentang menulis, melakukan riset kecil-kecilan
di internet, dan beberapa termasuk
berdasarkan pengalaman pribadi. Baik, langsung saja kita mulai, Tips atau
Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis-Mengarang.
1. Ubah Paradigma Tentang Kemampuan
Menulis
Banyak
orang menganggap bahwa menulis itu sulit, harus banyak latihan, capek, letih
dan ini itu seribu satu alasan lainnya. Pada akhirnya kita terlalu boros
menghabiskan waktu hanya untuk mengeluh. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa
sejak SD kita sudah bisa menulis? Andreas Harefa menantang kita untuk berani
berkata “saya pasti bisa mengarang,
sebab mengarang adalah ketrampilan Sekolah Dasar”. Betul, sejak SD kita
sudah mampu menulis-mengarang. Jadi, semua kita pasti mampu menulis dan
mengarang. Kalau tidak, ngapain aja waktu SD? Haha.
2. Mempunyai Motivasi dan Tujuan
Ada
banyak motivasi dan tujuan orang untuk menulis. Ada untuk memenuhi kepentingan
ekonomis, ada juga orang menulis agar dikenal banyak orang (eksistensi diri),
ada pula orang menulis untuk mempengaruhi orang lain, dan tidak jarang orang
menulis untuk kepentingan sosial dan moral manusia. Selain ini, mungkin masih
ada lagi. Terserah kita untuk apa kita menulis. Yang perlu kita ketahui,
tulisan yang kita buat harus bermanfaat untuk orang lain. Tentunya semakin
banyak orang yang merasakan manfaat tulisan Anda, maka saya semakin sukses pula
Anda sebagai seorang penulis. Dan,, dalam menulis, semakin besar motivasi dan
tujuan menulis, semakin besar pula peluang seseorang itu berhasil menjadi
penulis yang handal.
3. Bersikap Kritis dan Rasional
Seperti
yang diungkapkan oleh Socrates bahwa “hidup yang tidak dikaji adalah hidup yang
tidak layak dihidupi”. Sama hal nya dengan aktifitas menulis, kegiatan menulis
yang tidak dikaji tidak layak untuk dilanjutkan. Makna “dikaji” tidak harus
dengan melakukan riset lapangan atau riset ilmiah sejenisnya. Cukup ajukan
beberapa pertanyaan, caritahu jawabannya, dan ambil kesimpulan.
Orang
yang berpikir kritis dan rasional sering membuat pertanyaan-pertanyaan dalam
pikirannya, kemudian dari pertanyaan itu muncul niat untuk mencari tahu
jawaban, baik dengan bertanya kepada orang lain atau membaca buku dan mencari
di internet. Dari hasil bertanya kepada orang lain, membaca buku atau artikel
di internet, akan muncul ide-ide yang akan bisa dibangun menjadi sebuah tulisan
yang berkualitas.
Kalau
Anda ingin menjadi pengarang profesional, maka biasakanlah bersikap rasional.
Sikap rasional ditandai dengan sering mengajukan pertanyaan-pertanyaa. Ada enam
pertanyaan dasar, yaitu”
·
Apa?
·
Mengapa?
·
Kapan?
·
Dimana?
·
Siapa?
·
Bagaimana?
4. Cinta dan Ide
Lha,
apa hubungannya dengan cinta? Mungkin itu menjadi pertanyaan pertama ketika
membaca judul yang satu ini. Oke, saya akan coba kasi alasan. Pernahkah Anda
menulis surat berisikan puisi-puisi romantis kepada orang yang membuatmu jatuh
cinta? Kalau saya pernah, hehehe. Waktu SMA dulu. Entah energi apa yang
mendorong, ketika merasa “jatuh cinta”, menulis puisi romantic itu mudah,
bahkan sangat mudah. Pada intinya dalam hal ini, ada hal-hal yang mendorong
pikiran kita untuk melahirkan ide-ide yang dapat dituangkan menjadi sebuah
tulisan. Ada juga orang yang mengatakan bahwa cinta adalah sumber ide yang
tiada taranya.
5. Perbanyak Membaca, Melihat dan
Mendengar
Seorang
penulis pernah mengingatkan saya bahwa tidak ada penulis yang baik jika ia
tidak pernah menjadi pembaca yang baik. Dia juga menambahkan bahwa seorang
penulis yang baik sudah pasti ia pembaca yang baik, tetapi pembaca yang baik,
belum tentu bisa menjadi penulis yang baik, tapi berbahagialah karena kamu
sudah punya modal awal untuk menjadi penulis yang baik. Mengenai bahan bacaan,
saat ini sudah sangat mudah untuk menemukan referensi, baik melalui buku,
majalah, koran dan internet.
Kegiatan
membaca ternyata tidak hanya melalui kertas, tetapi bisa juga membaca apa yang
terjadi di lingkungan sekitar kita. Membaca tulisan menurut saya 50:50
pentingya dengan membaca situasi. Awalnya pemahaman ini sulit untuk saya
terima, bagaimana mungkin saya membaca yang tidak tertulis? Namun belakangan
saya berdiskusi dengan seorang pastor, ia mengatakan “ realita dan tulisan itu
tidak bisa dipisahkan, tulisan itu bisa menjadi ekspressi dan refleksi atas
realita yang ada”. Maka ketika kita hanya membaca yang tertulis, maka akan jemu
dan verbalisme.
6. Berkomitmen Jadi Penulis
Komitmen
dapat kita maknai sebagai “janji kepada diri sendiri”. Jadi mulai sekarang
berjanjilah pada dirimu “ saya akan menulis dan terus menulis sampai menjadi
penulis professional”. Tentunya komitmen tidak dapat dicapai dengan sekedar
mengucapkan. Tapi komitmen untuk menulis menjadi penulis professional harus
diniatkan untuk ditepati dengan usaha dan kerja keras.
7. Memilah dan memilih jenis tulisan
Kemampuan
sesorang dalam membuat tulisan atau karangan berbeda-beda. Ada yang jago nulis
buku politik, pendidikan, bahan pelajaran atau sejenisnya, ada yang jago nulis
cerpen, ada pula yang jago nulis cerpen, roman dan lain-lain. Tapi jangan
salah, ada juga yang jago nulis cerpen sekaligus novel. Atau mungkin jago
menulis dengan segala jenis tulisan. Semoga pembacalah yang bisa gitu. Hehe
8. Menulislah sekarang!
Teman
saya pernah mengajukan pertanyaan begini: “ kapan ya saya bisa membuat tulisan
sehebat para penulis di kolom opini Kompas?“. Lantas saya mengajukan pertanyaan
balik, “kapan kamu terakhir kali menulis”? Dia menjawab: udah lama sih, kurang
lebih 6 bulan”. Oke, saya hanya jawab, kalau mau jadi penulis yang
menunggu-nunggu, karena kemampuan menulis tidak datang dari langit atau dari
mana-mana, tapi bisa kita capai melalui latihan.

0 Response to "Tips atau Cara Meningkatkan Kemampuan Menulis-Mengarang "
Post a Comment