Sultan Hasanuddin “Ayam Jantan dari Timur”

Sultan Hasanuddin “Ayam Jantan dari Timur”
Sultan Hasanuddin “Ayam Jantan dari Timur”



Sultan Hasanuddin “Ayam Jantan dari Timur

Lahir    : Makassar, 12 Januari 1631
Wafat  : Makassar, 12 Juni 1670
Makam: Makassar

Sultan Hasanuddin “Ayam Jantan dari Timur”Muhammad Bakir atau I. Mallambosi lebih dikenal sebagai Sultan Hasanuddin. Ia dinobatkan sebagai raja Gowa ke -16 (tahun 1653) pada usia 24 tahun. Belanda menjuluki Sultan Hasanuddin sebagai “ Ayam Jantan dari Timur” karena kegigihan dan keberaniannya.

Pada masa pemerintahan ayahnya, Sultan Malikussaid, Belanda sudah mendirikan beberapa kantor dagang di Kepulauan Maluku dan berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah di daerah tersebut.  Hal itu merupakan ancaman bagi kerajaan Gowa.

Setelah Hasanuddin naik tahta, ia berusaha menggabungkan beberapa kerajaan kecil di Indonesia bagian Timur untuk bersama-sama menghadapi Belanda. Pada tahun 1660, meletus perang antara Gowa dengan Belanda yang diakhiri dengan perdamaian. Namun, perdamaian itu terlalu banyak merugikan Gowa.

Pada tahun 1666 Hasanuddin kembali memaklumatkan perang kepada Belanda. Dalam perang ini, Belanda dibantu oleh beberapa kerajaan yang dapat mereka pengaruhi. Belanda mengerahkan angkatan perang yang besar di bawah pimpinan Cornelis Speelman. Beberapa buah benteng pertahanan Gowa jatuh ke tangan Belanda. Pada tanggal 18 November 1667, diadakan Perjanjian Bungaya yang mengakhiri perang tersebut.

Perjanjian itu tidak berhasil memelihara perdamaian untuk waktu yang lama. Hasanuddin merasa dirinya terlalu tertekan oleh isi perjanjian tersebut.Sehingga pada bulan April 1668 kembali melancarkan serangan terhadap kedudukan-kedudukan Belanda. Pertempuran sengit terjadi di beberapa tempat. Hasanuddin memberikan perlawanan yang gigih.


Namun, akhirnya ia terpaksa mengakui keunggulan Belanda. Tanggal 24 Juni 1668, pertahanan terkuat dan terakhir Kerajaan Gowa, yakni Benteng Sombaopu, jatuh ke tangan Belanda sehingga kekuatan Hasanuddin semakin lemah. Lima hari kemudian ia mengundurkan diri dari tahta kerajaan. Namun, ia tetap tidak mau bekerjasama dengan Belanda.

DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

0 Response to "Sultan Hasanuddin “Ayam Jantan dari Timur”"

GET NOTIFICATIONS