Saya Akan Pilih Ahok-Djarot Jika Saya Warga Jakarta
![]() |
| Saya Akan Pilih Ahok-Djarot Jika Saya Warga Jakarta |
Saya Akan Pilih Ahok-Djarot Jika Saya Warga Jakarta - Judul tulisan ini mungkin terkesan subjektif dan murahan. Namun saya tidak sepenuhnya setuju jika para pembaca membuat kesimpulan yang demikian. Saya hanya ingin menuliskan apa yang saya ketahui, lihat, dengar dan rasakan. Meskipun bukan warga kota DKI, tapi setidaknya pengalaman perjalanan 2 kali ke Jakarta dan tinggal selama kurang lebih 3 minggu, bagi saya cukuplah untuk memberikan penilaian mengenai kota itu. Biarlah penilaiannya tidak luas pun analisis yang tajam.
Selain pengalaman selama di Jakarta, pemberitaan di media dan diskusi dengan beberapa teman-teman organisasi bagi telah memberi kontribusi bagi pemikiran saya untuk memperoleh kesimpulan bahwa dalam konteks Pilkada DKI Jakarta 2017 ini, tidak ada alasan bagi warga Jakarta untuk tidak memilih Ahok-Djarot alias pasangan Nomor 2. Di bawah ini akan saya coba paparkan beberapa prestasi yang dilakukan oleh Ahok-Djarot selama menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.
Prestasi Ahok:
1. Pembangunan
jalan dan proyek transportasi massal dari MRT ke LRT yg lagi on going process.
2. Pengurukan
sungai/kali sehingga BANJIR ‘hilang’ dari Jakarta yang selama puluhan tahun
menenggelamkan Rumah- rumah penduduk, khususnya yang dipinggir kali.
3. Perbaikan
secara massif infrastruktur (jalan, gang, gorong2,
got, dll) hingga anak-anak merasa nyaman bermain sepatu roda di jalan sempit
dan gang-gang di seantero Jakarta.
4. Pengangkatan
sejumlah pasukan ‘ORANYE’ yang diberi gaji UMR agar dapat memelihara kebersihan
dan keindahan Ibukota Jakarta secara konsisten.
5. Penambahan
secara massif Trans Jakarta
6. Keberanian
merelokasi masyarakat yang tinggal dipinggir kali dan selama puluhan tahun
menjadi lahan empuk untuk mengambil keuntungan bagi Ormas, LSM, dan para preman
jalanan maupun preman berdasi.
7. Pembangunan
Rusun buat masyarakat yang tidak mampu, seperti :
-Rusun Jatinegara
Kaum, untuk menampung relokasi bantaran ciliwung dan waduk sunter
-Rusun Rawa bebek
Cakung untuk menampung relokasi Kampung Pulo
-Rusun Cipinang
Besar Selatan untuk menampung relokasi Kampung Pulo
-Rusun Marunda,
untuk menampung waduk Pluit dan Kali Pinangsia dan puluhan Rusun
lainnya yang akan dibangun segera.
8. Keberanian dan
ketegasan menggusur tempat prostitusi Kalijodo yang konon dibekingi oleh oknum
penegak hukum dan para bos preman.
9. Keberanian dan
ketegasan menggusur Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara,
10. Keberanian
menyegel Mall Tebet Green di Jl MT Haryono tahun 2015 meskipun Mal itu berdiri
di tanah milik Yayasan Dharma Putra Kostrad yang pengelolaan gedung ditangani
PT Wahana
Cipta Sentosa Sejahtera.
11. Mall Epiwalk
Kuningan, disegel tahun 2014.
12. Pembenahan
Birokrasi yang selama puluhan tahun dibiarkan kolutif dan koruptif.
13. Pemangkasan
dan Transparansi Anggaran Pemprov DKI Jakarta melalui E-Budgeting
14. Penggunaan
Teknologi Komunikasi dan Informasi agar pengelolaan uang rakyat dilakukan secara
transparan
15. Menertibkan
Pedagang Kaki Lima di Pasar Tanah Abang yang selama puluhan tahun tidak
tersentuh karena dibekingi oleh preman berdasi ( kayak haji lulung cs) dan
mafia pasar.
16. Membongkar
kong kalikong antara para pejabat di birokrasi DKI (SKPD) dengan DPRD Jakarta
dengan penggelembungan anggaran Dinas Pendidikan yang nilainya mencapai Rp 12,1
triliun.
Di dalamnya
berisi proyek pengadaan Uninteruptible Power Supply (UPS) untuk sekolah-sekolah
di ibu kota.
Dana proyek ini
tidak main-main. Pengadaan 24 paket UPS di 24 MAN/SMKN Sudin Pendidikan DKI
Jakarta 2014 dengan nilai Rp 120 miliar dan pengadaan 25 UPS di 25 SMAN/SMKN di
Sudin DKI 2014 dengan nilai Rp 125 miliar. Tiap sekolah dijatah anggaran Rp 6
miliar untuk pengadaan UPS.
17. Melawan DPRD
DKI soal reklamasi Teluk Jakarta, dimana AHOK yang dituduh bermain dengan
Pengembang, buktinya malah Mohamad Sanusi dari Gerindra yang ketangkap KPK.
18. Mengganti dan
menstafkan para pejabat, mulai dari kepala Dinas, Walikota hingga Lurah yg
tidak disiplin dan mencoba melakukan korupsi.
19. Berani
memutus kontrak dengan pengelola Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)
Bantargebang, PT Godang tua Jaya (GTJ) karena ketahuan bahwa PT Godang tua Jaya
kong kalikong dengan pejabat DKI untuk menggunakan fasilitas DKI dalam
operasionalnya.
Meskipun PT
Godang tua Jaya dibela oleh Yusril Izha Mahendra, tapi Ahok tegas dan tidak
gentar sedikitpun.
20. Penghapusan
Three in One dan menetapkan penggunaan Mobil plat Genap-Ganjil di sejumlah ruas
jalan sebagai pengganti.
Selain daftar diatas, saya meyakini masih banyak prestasi yang ditorehkan oleh Ahok selama menjabat Gubernur DKI Jakarta. Ditengah perdebatan kandidat Pilkada DKI Jakarta, banyak janji-janji yang dilontarkan oleh pasangan calon lain (Nomor 1 dan Nomor 3) yang sebenarnya Ahok sendiri sudah atau sedang proses pelaksanakaan. Secara tidak langsung pasangan nomor 1 dan nomor 3 dalam pemaparannya secara tidak langsung mengakui prestasi yang telah dicapai oleh Ahok selama menjabat.
Saya percaya Ahok. Meskipun kata-kata yang terlontar darinya sering kasar dan menyakitkan, setidak-tidaknya ia tidak suka menipu rakyat Jakarta. Benar jika Benar, dan salah jika salah. Saya juga meyakini bahwa kemarahan yang sering dia tunjukkan adalah konsekuensi dari kecintaannya akan Jakarta dan Indonesia. Saya juga akan melakukan hal yang sama melihat bobroknya mental birokrat dan segala kemunafikan yang terus menerus menjadi tontonan masyarakat. Jadi, saya akan pilih Ahok jika saya warga Jakarta.

0 Response to "Saya Akan Pilih Ahok-Djarot Jika Saya Warga Jakarta"
Post a Comment