Pancasila Sebagai Pandangan atau Falsafah Hidup Bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Pandangan atau Falsafah Hidup Bangsa Indonesia
Pancasila Sebagai Pandangan atau Falsafah Hidup Bangsa Indonesia

Pancasila Sebagai Pandangan atau Falsafah Hidup Bangsa Indonesia – Soekarno pada saat pidato lahirnya Pancasila menjelaskan bahwa, “Paduka tuan ketua minta dasar, minta philosophische grondslaag atau kalau boleh memakai perkataan yang muluk-muluk, paduka tuan ketua yang mulia minta suatu Weltanschauung, di atas mana kita mendirikan negara Indonesia itu”. 
Menurut Driyarkara, Pancasila sebagai dasar filosofis sudah merefleksikan atau merumuskan tentang realitas manusia dalam semesta realita, jadi merupakan weltanschauung. Dalam pengertian Pancasila merupakan sebuah pandangan hidup masyarakat Indonesia tentang letak atau tempat (eksistensi) dirinya di tengah dunia atau kehidupan bersama dalam ruang public Indonesia. Nilai-nilai Pancasila akan mendorong setiap individu manusia Indonesia untuk mengambil sikap dan menetapkan pendiriannya dalam realitas kehidupan masyarakat Indonesia secara menyeluruh.
Weltanschauung dalam hal ini lebih tepat diartikan sebagai falsafah atau pendirian hidup karena lebih menekankan pada aspek perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pancasila sebagai sebuah filsafat jelas mengandung pengertian yang sangat abstrak. Karena itu, sesuatu yang abstrak tersebut perlu diberi wujud secara nyata. 
Dalam pandangan Driyarkara, Pancasila sebagai Filsafat belum dapat dikatakan sebagai Weltanschauung atau pandangan hidup. Dalam berfilsafat, orang berhasrat untuk dapat memahami realitas sedalam-dalamnya . karena itu, sudut pandang praktis atau actus dikesampingkan. Dalam berfilsafat, manusia hanya sekedar mementingkan pengertian, mengutamakan pandangan, terutama hendak mengetahui dan menyelami kebenaran.
Manusia adalah makhluk yang memiliki nalar yang selalu termotivasi untuk menentukan sikap, untuk menentukan pendiriannya. Manusia akan terdorong untuk memiliki komitmen mewujudkan apa yang diyakininya sebagai kebenaran dalam kehidupannya yang sesungguhnya atau dalam praksis hidupnya. 
Karena itu, pengertian Pancasila yang abstrak-filosofis akan mengalami transformasi menjadi pandangan atau lebih tepat pendirian hidup. Itulah yang dalam istilah Jerman disebut Weltanschauung. Dengan demikian semakin jelas dapat dipahami bahwa Pancasila sebagai filsafat adalah sebuah potensi yang akan menjadi actus apabila manusia yang meyakini nilai-nilai penting di dalamnya dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata.
Dalam bahasa sederhana, Weltanschauung dapat diterjemahkan sebagai sumber inspirasi pembentukan identitas atau jati diri. Pancasila dalam hal ini menjadi dasar atau landasan pembentuk identitas manusia Indonesia. Dalam konteks Pancasila direfleksikan sebagai sistem berpikir yang menentukan keberadaan manusia Indonesia. 
Driyarkara secara eksplisit mengembangkan gagasan bahwa Pancasila melekat pada eksistensi manusia sebagai manusia karena itu dengan memandang Pancasila kita akan sampai pada dasar yang terdalam jati diri manusia itu sendiri. Nilai-nilai Pancasila memberikan inspirasi bagi terwujudnya kemanusiaan yang utuh dan harmonis.





DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

0 Response to "Pancasila Sebagai Pandangan atau Falsafah Hidup Bangsa Indonesia"

GET NOTIFICATIONS