10 Kemampuan Manusiawi Mendasar dan Fungsi-Fungsi Alamiah
![]() |
| 10 Kemampuan Manusiawi Mendasar dan Fungsi-Fungsi Alamiah |
10 Kemampuan Manusiawi Mendasar dan Fungsi-Fungsi Alamiah - Jika
kita ingin memahami kemanusiaan secara alamiah maka akan berkaitan dengan
analisis terhadap manusia. Analisis itu menyodorkan bahwa manusia tidak hanya
terdiri atas badan dan jiwa, atau makhluk biologis-psikis belaka. Aristoteles,
filsuf Yunani Kuno misalnya menggagas bahwa gabungan tubuh dan jiwa menjadi
lengkap bila menyebut aspek batiniah atau rohaniah dalam kemanusiaan kita.
Gabungan tubuh dan jiwa mewujudkan kehidupan, atau menjadi prinsip kehidupan.
Gabungan tersebut akan menjadi lengkap jika kita memasukkan kamampuan batiniah,
yang diantaranya mencakup berpikir dan berkehendak.
Dengan
kata lain, wilayah batin atau kerohanian manusia tidak hanya mencakup “rasa”
percaya kita kepada yang Mahakuasa saja. Kemampuan berpikir dan berkehendak
membuat kita memiliki kelebihan secara alamiah dibandingkan makhluk lain.
Kemampuan itu tidak hanya digunakan untuk memecahkan persoalan, tetapi juga
merancang dan mengembangkan kehidupan baik bagi manusia, makhluk lain maupun
bagi alam semesta.
Dengan
kata lain lagi, gabungan tubuh, jiwa dan roh dalam diri manusia mempunyai
kemampuan manusiawi yang mendasar. Lebih lanjut, kemampuan manusiawi dasar ini
menunjukkan bahwa kemampuan kita bernilai bukan hanya karena kita ini makhluk
berakal budi atau rasional. Kita justru berharga karena memiliki baik pikiran,
perasaan maupun kehendak. Kemanusiaan kita bermakna justru karena tubuh, jiwa
dan aspek kerohanian kita. Secara alamiah dan dalam pengalaman hidup sehari-hari,
ketiga ‘unsur’ pembentuk ini tidak dapat dipisah-pisahkan. Secara sinergis,
tubuh, jiwa dan aspek kerohanian membuat kita memiliki 10 fungsi. Kesepuluh
kemampuan dasar dan fungsi dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
10 Kemampuan
Manusiawi Mendasar dan Fungsi-fungsi
Alamiah
No
|
Kemampuan
Manusiawi Mendasar
|
Fungsi
|
1
|
Hidup
|
Kemampuan
untuk hidup sampai akhir hayat. Kematian usia dini (sejak dalam kandungan),
kematian karena penyakit, konflik dan perang harus dicegah sedemikian rupa
sehingga orang tidak meninggal pada usia muda.
|
2
|
Kesehatan
Fisik
|
Kemampuan
untuk mengalami tubuh yang sehat, menerima asupan gizi yang memadai, dan
tempat hidup yang layak. Termasuk pula kesempatan untuk mengalami hasrat
seksualitas yang wajar dan kesempatan untuk berpindah dari satu tempat ke
tempat lainnya.
|
3
|
Keutuhan
Tubuh
|
Kemampuan
untuk mencegah rasa sakit dan penderitaan yang tidak diinginkan atau
mengancam hidup.
|
4
|
Pancaindra,
Imajinasi dan Pikiran
|
Kemampuan
untuk menggunakan pancaindra sehingga kita mampu untuk berpikir, berimajinasi
dan menalar.
|
5
|
Afeksi
yang sehat (kesehatan emosional)
|
Kemampuan
untuk berbela rasa bersama orang lain yang membutuhkan. Mampu mengekspresikan
keprihatinan sosial dalam berinteraksi dengan orang lain di masyarakat.
|
6
|
Nalar
praktis
|
Kemampuan
untuk memiliki gagasan tentang kebaikan dan melibatkan diri dalam pemikiran
kritis dan merencanakan masa depan.
|
7
|
Afiliasi:
hidup bersama dan kepedulian terhadap sesama, pengakuan dan perhargaan
sebagai pribadi dalam masyarakat
|
Kemampuan
untuk memiliki barang pribadi dan kemampuan untuk menjalin komunikasi dan
hubungan dengan orang-orang di sekitar kita.
|
8
|
Berelasi
harmonis dengan makhluk lain
|
Kemampuan
untuk hidup secara aman dan nyaman dengan binatang, tanaman dan alam.
|
9
|
Bermain
|
Kemampuan
untuk tertawa, bermain dan melakukan kegiatan kreatif.
|
10
|
Penataan
lingkungan sekitar melalui keterlibatan politis dan hak milik pribadi
|
Mampu
menata dan mengatur hidup sebagai pribadi dan juga orang lain di sekitarnya.
|
Dengan
demikian, jelaslah bahwa dasar bagi sikap hormat kita dan pilihan untuk membela
kemanusiaan adalah mengakui kemampuan manusiawi mendasar dan mengusahakan
fungsi –fungsi alamiahnya dapat diwujudkan setiap pribadi dalam masyarakat.
Dalam
konteks Indonesia, kemampuan manusiawi mendasar dan fungsi alamiahnya inilah
penting bagi kita untuk memahami kata ‘adil’ dan ‘beradap’ yang terdapat dalam
Pancasila sila kedua. Gagasan ‘adil’ dan ‘beradap berkaitan dengan pengakuan
bahwa setiap orang tanpa kecuali, tanpa dibatasi latar belakang, masing-masing
mengandung kemampuan manusiawi mendasar dan fungsi-fungsi alamiah diatas.
Secara
umum, dapat kita simpulkan bahwa secara alamiah manusia adalah setara dan memiliki kemampuan untuk memilih dan menentukan jalan atau cara
hidupnya masing-masing. Kemudian, nilai ‘kesetaraan’ dan ‘kebebasan’ merupakan
gagasan paling mendasar dari hak asasi manusia.

0 Response to "10 Kemampuan Manusiawi Mendasar dan Fungsi-Fungsi Alamiah"
Post a Comment