Belajar dan Berjuang Menjadi ''Bangsa Indonesia''

Belajar dan Berjuang Menjadi ''Bangsa Indonesia''
Belajar dan Berjuang Menjadi ''Bangsa Indonesia''
Indonesia merupakan sebuah negara yang penuh keberagaman. Baik keberagaman geografis, identitas dan ideologi. Setiap orang Indonesia dari hari ke hari senantiasa belajar menjadi manusia yang mampu menerima perbedaan dan mewujudkan persatuan Indonesia. Tanpa kemauan dan semangat persatuan, Indonesia bisa terpecah-pecah. Dengan kata lain, nasionalisme menjadi modal yang kuat dalam menangkal perpecahan. 

Nasionalisme adalah sebuah kekuatan yang menjadi perekat para pendahulu bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Nasionalisme ditunjukkan dengan keberanian melawan kekejaman kolonialisme dan imperialisme. Sumpah Pemuda 1928 dan Proklamasi 1945 menjadi momentum perekat persatuan bangsa Indonesia sebagai kumpulan dari bangsa-bangsa yang dulunya menggunakan kebangsaannya hanya dari segi kedaerahan/kesukuan. Namun, Soekarno memandang bahwa Indonesia tidak akan bisa menjadi sebuah bangsa yang besar jika masih membawakan kesukuan dan kedaerahan masing-masing sebagai identitasnya. Kesatuan Indonesia harus dibangun dari semangat dari kebersamaan sebagai "bangsa-bangsa" yang terjajah. 

Namun, setelah Indonesia merdeka sejak 1945 terjadi dinamika, dan gawatnya "degradasi" akan semangat nasionalisme. Bahkan, dalam realita yang terjadi sekarang ini rasa-rasanya hubungan/tali persaudaraan antar daerah, antar agama, antar suku, antar golongan dan budaya masih rendah dan rawan akan konflik horizontal. Jika hal ini terus dibiarkan, maka bisa kita bangsa Indonesia akan semakin lemah. Ditambah lagi, dalam menghadapi arus dan tantangan globalisasi.

"Bangsa Indonesia'' dalam perspektif Soekarno adalah sebuah kelompok/masyarakat yang memiliki rasa senasib dan sepenanggungan. Dari Sabang sampai Merauke adalah saudara. Maka, dalam perjalanan sehari-harinya seharusnya kita semua adalah saudara. Ketika hal ini kita lupakan, maka secara tidak langsung, itu menunjukkan bahwa kita telah kehilangan identitas. Ketika kehilangan identitas, maka saat itu pulalah bangsa Indonesia kehilangan 'roh' kebangsaannya. 

Pentingnya nasionalisme, membangun persatuan dan persaudaraan adalah sebuah pembelajaran dan perjuangan yang harus dilakukan se dini mungkin. 

Nasionalisme Indonesia merupakan satu kesatuan menjadi identitas kebangsaan Indonesia.  Hilang/minimnya rasa nasionalisme menjadi pertanda kabur/semunya identitas kita sebagai sebuah bangsa.

Di sisi lain, kecintaan terhadap kearifan lokal/daerah menjadi bukti kecintaan akan tanah air. Karena seperti diatas telah dijelaskan bahwa Indonesia adalah bangsa yang beragam.

Mari belajar dan berjuang menjadi bangsa Indonesia yang seutuhnya. Salam...


  





 






DAFTARKAN EMAILMU UNTUK DAPAT BUKU ATAU ARTIKEL GRATIS

Seorang Manusia Biasa Yang Candu Membaca, Menulis dan Berdiskusi. Berkat Candu Itu Saya Menetapkan Hati Menjadi Blogger. Nice To Meet You Guys..!

0 Response to "Belajar dan Berjuang Menjadi ''Bangsa Indonesia''"

GET NOTIFICATIONS